Blogger Widgets

Selasa, 24 November 2015

Just A Little More.. And Begin, Han!



Pada Juli 2014, sebuah keputusan telah ditetapkan. Aku, Nur Jihan Qothrunnada puteri ke-2 dari 3 bersaudara Bapak Sahid dan Ibu Munifah, kelahiran 17 Agustus 2000 di Mojokerto, menjejakkan langkah pertama sebagai murid Madrasah Aliyah Negeri Mojosari. Tidak seperti yang diperkirakan oleh beberapa orang yang terkejut setelah mengetahui keputusan yang di ambil. Tetapi Bismillah, aku berniat untuk menuntut ilmu berdoa semoga dapat menjadi sebuah kebanggan orangtua, keluarga, sekolah, bahkan negara dan menjadi manusia yang bermanfaat di kemudian hari. 

Gugus 4 adalah nama gugusku di masa orientasi siswa. Masa dimana aku mengenal teman – teman seperjuangan untuk yang pertama kalinya. Menantang diri sendiri untuk berteman dengan yang lain. Mampukah aku? Hasilnya tidak seburuk itu meskipun tidak dapat digolongkan ke dalam kategori baik. Hanya sekedar menghafal nama dan menghubungi bila perlu, tidak lebih. Namun terimakasih untuk Fira Khadijah dan Ainor Rohmah.

Fira Khadijah, puteri ke-3 dari 4 bersaudara. Merupakan puteri dari seorang guru mata pelajaran biologi yang bisa dibilang terkenal di MAN Mojosari ini. Tinggal di alamat Fira Khadijah. Fira adalah orang yang benar – benar pertama kali kukenali di sekolah ini. Fira adalah teman dari satu SMP dulu di SMP Negeri 1 Ngoro. Walaupun tidak dapat dikatakan dekat, hanya sekedar mengetahuinya karena namanya termasuk ke dalam daftar murid terkenal se-angkatanku masa itu. Tapi sekarang ayo kita berteman baik, Fira!

Ainor Rohmah, puteri bungsu dari 4 bersaudara. Beralamat di alamat ainor rohmah. Pertama mengenal ainor saat tes lisan jalur prestasi MAN MOJOSARI. Hal yang membuatku tertarik padanya ialah fakta bahwa dia menyukai CN Blue –sebuah band dari Korea Selatan. Hal itu secara tidak langsung menegaskan bahwa aku bukanlah satu – satunya siswi yang menyukai musik dari Negeri Gingseng itu. Jujur, aku lega.-. . Hal yang mengejutkan adalah aku tidak menyangka akan menghabiskan masa SMA ku dengannya. Yah, meski belum bisa dikatakakan ‘menghabiskan’ , tapi setidaknya selama ini ainor selalu berada di jalur yang sama denganku. Walau tak dapat dipungkiri, pasti ada beberapa selisih pendapat di antara kami. Pasti!

Setelah masa orientasi selesai, pembagian kelas telah diumumkan. X MIA 1 yang katanya merupakan bibit program akselerasi memberi sedikit kebanggan terhadap diriku. Hal buruknya adalah, kami tidak memiliki ruang kelas pribadi T.T jadi selama beberapa bulan, kami menghabiskan waktu bersama di Laboratorium Kimia MAN MOJOSARI. Beberapa hal yang patut disyukuri adalah : pertama, memiliki wali kelas seperti Bapak Sudiono. Dengan pribadi yang disiplin, pada detik pertama mengenalnya telah kuputuskan untuk mengikuti bimbingannya sebagai anak didik yang baik agar menjadi sosok sisiwi disiplin seperti Bapak Dion. Kedua, letak kelas yang relatif dekat dengan gerbang masuk dan mushollah entah mengapa terdengar sangat pas untukku. Meskipun letaknya agak jauh dari kantin dan beberapa ruang lainnya, hal ini masih dapat kuterima.

Beberapa bulan telah berlalu, berita mengejutkan akhirnya datang. Fakta bahwa kami, siswa kelas X MIA 1 akan dipisahkan merupakan sebuah guncangan yang berarti. Tangis kesedihan mengiringi perpisahan kami di hari terakhir sebelum kami memasuki ‘kelas sungguhan’ kami. Janji untuk selalu bersama, saling menghubungi, tidak melupakan telah diucapkan. Tetapi, meskipun aku turut menitikkan air mata, jahatkah aku bila aku meragukan janji –yang sudah terlihat hasilnya, dan mengecewakan- itu?

X Akselerasi, dengan wali kelas yang sama yaitu Bapak Dion, adalah ‘kelas sungguhan’ yang menjadi tempatku untuk menuntaskan misi menjadi siswi teladan. Disana aku bertemu dengan 12 siswa lainnya –ynag sekarang hanya 10. Agak canggung tentunya, tapi merekalah yang akan menjadi temanku menghabiskan masa SMA ku yang tak lama. Salam kenal kawan! . Hal yang selalu menggangguku sebelum memulai program akselerasi ialah mampukah aku untuk mengikuti program ini? Meskipun aku mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi, tapi hal ini masih menggangguku.

Berbekal dari rasa iri saat dibandingkan dengan sang kakak tersayang, juga demi mendengar sebuah pengakuan apakah yang kulakukan ini membanggakan orangtua, rasa itu kini menjadi sebuah dorongan tersendiri agar aku selalu menjadi yang terbaik. Obsesikah ini?. Jujur, aku tidak terlalu menganggap pertanyaan ini penting, karena aku hanya menganggap bahwa ini adalah motivasiku yang selalu membantuku melewati rintangan untuk mencapai tujuan. Mungkin ada beberapa teman sekelasku yang agak risih akan hal ini karena aku benar – benar terpengaruh terhadap nilaiku. Tapi bagaimana lagi? Aku sudah terbiasa dengan sikap yang seperti ini. Maafkan aku kawan apabila kalian tidak nyaman akan sifatku yang ini. 

Mengingat bahwa aku ‘sempat’ mengharapkan sebuah pengakuan dari orangtua, aku berangkat bersama seorang teman –ainor dan tria- berbekal sebuah harapan dari sekolah, teman, guru, bahkan mungkin juga keluarga menuju Hanoi, Vietnam pada Januari 2015. Global Youth Summit merupakan sebuah acara yang berhasil membuatku ingin sekolah di MAN MOJOSARI lantaran berharap agar dapat menjadi perwakilan. Tak disangka, harapan itu akhirnya terwujud dan menghasilkan sebuah medali perunggu tanda juara 3 junior category –umurku masih 15 tahun, jadi tidak tergolong senior category- . hanya berharap bahwa mereka semua bangga akan apa yang telah kami –aku dan ainor- raih. Terimakasih kepada semua pihak –Bu Hanifah, Bu Umi Eni, Bapak Dion, Bu Alfiyah, Bu Henik, guru – guru yang lain, juga teman sekelas- yang telah membantu, memberi motivasi dan dukungan kepada kami, yang telah menggantungkan harapan dan mempercayai kami sebagai wakil dari sekolah. Ini adalah juara pertama yang dapat ku raih. Terimakasih banyak.
 
Pada kisaran bulan Januari – Februari, aku ditunjuk untuk mengikuti sebuah lomba di bidang kepramukaan LOSIPRAM di Malang. Berita buruknya ujian akhir semester hanya tinggal menghitung hari. Demi memberikan yang terbaik untuk sekolah, terpaksa harus meninggalkan beberapa kelas yang penting. Bisakah ku katakan bahwa aku sama sekali tidak siap saat itu? Tanpa ada persiapan yang matang, bahkan ada beberapa mata pelajaran yang sama sekali tidak kupahami, aku masih harus membagi fokusku terhadap lomba yang akan datang dan juga ujian akhir semesterku. Meskipun terpaksa harus merelakan hari pertama ujian aku masih berusaha untuk mengejar ketinggalanku dengan meminta ‘pelajaran tambahan’ ke teman – teman. Agak takut sebenarnya, tapi mengingat bahwa aku harus menjadi yang terbaik agar orangtua bangga, tentu aku harus berusaha sebaik mungkin. Teman – teman, maaf dan terimakasih! T.T

Sekarang aku sudah menginjak semester 5. Berita baiknya ialah aku masih beruntung dapat mempertahankan peringkatku selama 4 semester kemarin. Berharap aku dapat melakukan hal yang sama kedepannya. Berita buruknya, hanya tinggal beberapa bulan lagi masa sma ku akan berakhir. Mengingat tentang berbagai macam ujian juga kehidupanku setelahnya –masa depanku- membuatku takut. Semoga aku masih dapat memepertahankan peringkatku kedepannya, dapat mempersiapkan segalanya untuk berbagai macam ujian yang akan dilewati dan lolos dengan nilai yang sempurna –setidaknya tergolong bagus teratas- , terutama mendapat nilai hasil ujian nasional dengan nilai terbaik. Amiinn.. /.\ 

Untuk rencana setelah lulus sma, jujur masih terlalu banyak pertimbangan yang ada di pikiranku. Ini membuatku sedikit merasa stress. Tapi setidaknya aku harus fokus pada nilai harianku. Untuk masalah lanjut kemana, ataupun mengambil apa, aku yakin akan ada masanya dimana semuanya menjadi jelas bagiku.

Bismillah… tinggal sedikit lagi, ujian akhir semester kembali menyambangiku. Tinggal sedikit lagi, keputusan besar harus segera ditetapkan. Tinggal sedikit lagi, aku harus mengerahkan segala upaya untuk menjadi yang terbaik di angkatan ini. Tinggal sedikit lagi untuk meraih tujuanmu. Tinggal sedikit lagi untuk membuka pintu baru, menggapai cita – cita, membuat masa depan yang cerah. Tinggal sedikit lagi.. dan mulai, Han! Semangat!!

2 komentar:

 

A Girl Who Trapped Among Her Dreams Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang